Monday, July 21, 2008

Kota Hantu...Ultah Pam

Hari ini ulang tahunnya Pam. Aku ingin sekali membuat hari ultah ini yang paling istimewa buat Pam, karena Pam benar2 seorang sahabat yang paling baik, tahun ini juga Pam akan melepas masa lajangnya dan sebelum diboyong sama calon suaminya ke Uganda kami ingin menghabiskan saat ini sampai ke titik darah penghabisan bin gila2an.

Sambil menunggu acara ultah nanti malam kami putuskan tur hari ini hanya di sekitar sini, yang tidak begitu jauh. Tidak disangka...pilihan yang hanya untuk menghabiskan waktu sambil menunggu malam tiba ternyata pilihan yang paling jitu. Malah seharusnya kunjungan kesini harus dimasukkan sebagai tujuan utama, bukan kunjungan sampingan.

Latar belakang kota hantu, lihat rumah penduduk yang tak terhuni. Si hitam berkacamata ini buka hantunya lho!

Kota berhantu "Ghost Town" San Pedro cuma 40 menit dari kota. Kota tambang yang lokasinya di atas bukit. Perjalanan kesana cukup mengguncangkan, maksudnya memang benar terguncang2...melewati banyak perkampungan, jalanan berlubang2, panas dan berdebu. Selama perjalanan aku ga tau apa mobilnya ada AC atau tidak, mau minta dihidupkan AC segan, maklum Ale seorang single mom, meskipun segala macam akomodasi aku dan Pam yang menanggungnya tetap saja aku merasa kelewatan kalau terlalu banyak meminta. Jadi demi menghindari debu yang nyaris menutupi penglihatan kami harus menutup jendela rapat2, di dalam mobilpun serasa sedang mandi sauna.

Jalanan ke bukit yang terjal tanpa batas di sisi jalan. Hanya beberapa inci memisahkan kami dan jurang. Pam memilih untuk duduk dibelakang untuk keamanannya, sedangkan aku...eh aku kan orang Aceh udah biasa nih dengan jalanan yang ga jelas lalu lintasnya! Sampai disana, mendapati pemandangan yang cukup indah, sirna semua ketakutan dan debu yang harus kami lewati tadi. Kota tua berhantu berkesan tak berhantu, malah sebaliknya ramah dan indah. Begitu memasuki kota ini aku begitu terharu, membayangkan Mexico kota inilah yang ada dibenakku.



San Pedro adalah kota tambang emas dan perak yang ditemukan tahun 1592, terbengkalai hampir lima puluh tahun lalu. Meskipun kota ini sudah dibuka kembali kelihantannya akan mengambil waktu yang cukup lama untuk bisa dijadikan pemukiman kembali. Mungkin karena sarana transportasi belum memadai dan sumber air yang sangat terbatas sehingga hanya penambang saja yang datang kesini, selain turis. Kota yang persis diatas bukit ini begitu indah menurutku, kota kecil seperti dalam dongeng, begitu sepi. Semua bangunan dan rumah penduduk tertutup dan terkunci, terabaikan bertahun2 lamanya. Meski di bawah kaki bukit tambang masih berfungsi, namun hanya segelintir orang2 kulihat.

Tak banyak yang bisa dilihat, dengan mobil hanya beberapa menit kota sudah habis dilintasi. Tidak ada restoran atau toko2 yang bisa dimasuki untuk istirahat atau belanja. Persediaan air minum kamipun cukup terbatas. Diatas bukit persis di bawah teriknya matahari tak tahan juga untuk berlama2. Setelah puas berfoto2 kamipun bergegas meninggalkan kota tua San Pedro. Pulang istirahat untuk merayakan ultah Pam.

Ulang tahun Pam...

Ale sudah membuat reservasi malam ini di sebuah restoran di tengah2 kota. Selain aku, Pam dan Ale, Claudia kakaknya Ale juga ikut memeriahkan. Rupanya hari ini Pam tak seorang yang berulang tahun. Sedang asik menapaki jalan ke resto kulihat ada seorang gadis cantik, bagai seorang putri duduk di kereta kencana menunggang kuda, dengan gaun mewahnya. Rupanya budaya Mexico ketika seorang putri memasuki usia 15 tahun adalah hal yang paling istimewa. Bagi keluarga yang mampu perayaannya seperti ini. Putrinya dibawa keliling kota dengan kereta kuda, sedangkan bagi yang tak mampu tetap harus dirayakan semeriah menurut ukuran mereka. Pokoknya 15 tahun adalah ulang tahun yang paling besar. Beda ya sama kita, kalau kita 17 tahun baru dianggap dewasa, disini mungkin orangnya lebih cepat matang, atau dipaksa untuk lebih cepat dewasa he he he...

Restoran malam ini, duh aku benar2 lupa dech namanya! Pokoknya bagus sekali. Lokasinya di atas atap bangunan, bersampingan dengan atap gereja yang di malam hari sinar lampunya memberikan warna yang bagus sekali. Dari atas atap ini hampir di setiap mata memandang memberi pemandangan yang indah. Begitu romantis...sesaat aku merasa bersalah menikmati liburan ini seorang diri!

Untuk memeriahkan acara kami semua memesan pina colada minus alkohol. Pam, Ale dan Claudia tidak minum alkohol karena mereka memang relijius, sedangkan aku... tak usah diperjelas lagi... haram... haram... haram!!! Makanan yang kami pesan bermacam2, maksudnya biar saling rasa2an. Sebagai pembuka kami mulai dengan chips and salsa plus guacamole. Begitu makanan utamanya tiba, perutpun sudah hampir kenyang. Alhasil makanan harus dibawa pulang. Jangankan untuk menyantap habis semua makanan tadi, untuk jalan pulangpun sudah tak sanggup lagi. Dengan gontai kami kembali ke mobil, melewati jalan yang dua kali lipat jauhnya, dengan niat mau membakar semua kalori yang baru saja kami lahap. Pengennya mau menghabisi malam ini dengan ikut gabung orang2 yang menari-nari di pusat kota, apa daya badan ini sudah lelah...lelah...lelah... besok pagi perjalanan panjang sudah dalam agenda. Kami harus kembali pulang. Selamat ulang tahun Pam, sahabatku tercinta. Semoga ulang tahunmu hari ini menjadi ultah yang paling berkesan untukmu. Tak kusangka dalam perjalanan ini banyak hari-hari yang kita lewati bersama. Semakin aku mengenalmu, semakin menarik kulihat dirimu Pam, betapa engkau seorang pribadi yang luar biasa. Aku pasti akan kehilangan kamu. Insha Allah aku bisa juga mengunjungimu di Uganda nanti. We'll see...we never know!!!

Sunday, July 20, 2008

Villa de Reyes

Tour kami hari ini ke sebuah desa yang namanya Villa de Reyes, tidak begitu jauh dari kota San Luis. Sampai disana ternyata guide tournya sudah menunggu. Mereka dengan sangat gembira menyambut kedatangan kami.

Memperkenalkan diriku sebagai turis dari Indonesia lebih menarik perhatian mereka daripada dari Amerika. Dengan penuh kekaguman mereka memintaku mengisi buku tamunya. Bayangkan aku dari benua lain bisa sampai ke desa kecil ini! Di buku tamu itu kulihat bahwa kami adalah pengunjung kedua, sedangkan yang pertama hampir tiga bulan yang lalu. Ga heran kalau mereka begitu tersanjung dengan kedatangan kami.

Amigo (pembawa tournya, aku lupa namanya nih, panggil aja amigo ya, yang berarti teman untuk laki2) memulai tournya dengan menceritakan sejarah "hacienda" ini yang sudah berusia 400 tahun lebih. Hacienda begitu populer di sejarah Mexico, yang kira2 kalau diartikan seperti sebuah villa, bungalo atau rumah peristirahatan. Hacienda yang ini dimiliki oleh Jerman yang kaya sekali. Di villa ini juga dia memiliki pabrik dan peternakan, dimana banyak penduduk lokal yang bekerja buat tuan tanah ini. Ntah bagaimana ceritanya... mungkin menurut pemerintah Mexico tempat ini tidak begitu historical sehingga villa beserta lahan tanah yang begitu luasnya dijual kepada swasta, tidak lain adalah ayah dari amigo.

Pam, Raul, Ale, Edy, Elaine dan amiga (kakaknya amigo) beserta putrinya


Di teras dalam villa

Di tengah2 penjelasannya sang amigo harus pergi meninggalkan kami, dan tur diambil alih oleh kakaknya. Sedangkan amigo asik dengan dua senorita (panggilan untuk wanita yang belum kawin/nona), dalam hati aku merasa lega bahwa bukan kami saja customernya. Ga lama kemudian kamipun bergabung dengan senorita2 ini menuju ke bendungan yang lokasinya jauh dari villa ini dan letaknya diatas gunung.

Perjalanan ke gunung sana dengan mobil pick up truck. Kita semua duduk di belakang, rupanya begini kalo pergi tur kelas ekonomi he he he... waktu KKN dulu aja aku ga sempat duduk di belakang gini, seperti tamu VIP aja aku malah duduk di depan bersama pak supir...aku ingat waktu itu aku ga berhenti2 ketawa kegelian duduk di depan mobil truk, rasanya tinggi sekali he he he... sementara teman2 yang lain duduk di belakang! Sekarang aku duduk disini ga habis2nya aku tertawa geli... di panas yang cukup terik, perut kosong...luapar minta ampun, badan terguncang2... setiap posisi aku coba supaya pantatku ga sakit, begitu aja mulai dapat posisi yang sedikit empuk terguncang lagi...berubah lagi. Aku pasrah...bayangin orang2 Mexico yang berjuang hidup untuk melewati perbatasan menuju Amerika mencari kehidupan yang lebih baik. Setiap hari kudengar cerita...dari sekian banyak yang coba masuk hanya beberapa yang berhasil... Aku ga boleh ngeluh!!! Ini vacation yang penuh adventure missy!!! Aku hanya bisa berdoa supaya truck yang sudah ngos-ngosan ini ga turun lagi setiap kali mencoba mendaki gunung. Juga, aku berdoa supaya kami semua bisa pulang dengan selamat tanpa sesat! Di bukit gurun ini jalan yang kami lalui bukannya jalan berjejak atau jalan yang sudah dibuat untuk dilalui kendaraan, hanyalah padang kaktus yang berbatu2. Supirnya mungkin sudah pengalaman atau pake naluri barangkali...

Padang gurun...berkaktus...

Setiba disana...ternyata hanya sebuah bendungan. Lho...kan emang sudah dibilang bendungan? Maksudku...kok bela2in amat mau liat bendungan? Kalo ini mah di Aceh juga ada he he he... Ga papa dech...nikmati saja. Mudah2an saja air minum yang cuma setengah galon ini cukup buat kami semua, mengingat betapa panas dan keringnya hari ini.

Amigo mengajak kami semua masuk ke terowongan di dalam bendungan. Masuk ke terowongan ini sedikit berbahaya. Setiap orang harus pegang2an dan harus merapat ke dinding, jangan terlalu banyak bergerak karena bisa2 jatuh ke bawah yang cukup dalam. Melihat terjalnya ke bawah, gelapnya di dalam sana dan membayangkan tingginya tangga yang harus dilalui untuk keluar dari bawah situ aku memilih untuk tidak ikut saja. Mendingan aku tunggu di luar sini, duduk di bawah pohon dengan tiupan angin sepoi2, melihat rupa2 kaktus dan menikmati kuda yang sedang merumput. Salah seorang senorita juga memilih menunggu bersamaku, cuma... oh oh oh... olala... kok senorita memeluk erat tubuh amigo? Melumat habis bibir amigo? Sambil mengucap adios mi amor (bye bye my love...)?! Gubraks...sialan...senorita yang kukira turis sepertiku ternyata pacar amigo!!!

Ketika matahari hampir terbenam kamipun kembali ke villa. Perutku sudah meronta2, bayangkan dari pagi tadi yang katanya mau makan baru saat ini nampak tanda2nya mau mulai makan. Kulihat mereka mulai mengatur meja di serambi villa. Senorita dan amigo sibuk menyalakan api untuk membakar jagung, ya Allah... baru mulai dibakar?! Makanan satu persatu dikeluarkan, dimulai dari spagheti dan green salad. Lho...mana tortillas nya (roti tipis yang bulat seperti cane, makanan sehari2 orang Mexico)?! Kemudian menyusul Mexican Rice (Orang Mexico memakan nasi sebagai lauk, sedangkan tortillas adalah makanan utamanya, makanya ga heran nasi selalu disediakan dalan jumlah yang sedikit sekali), bean (kacang merah yang harus selalu ada di dalam menu Mexican), sup dan BBQ daging, dan akhirnya tortillas pun datang. Semakin tajam bau harum masakan, semakin menjerit tembolokku... tapi seorangpun belum ada yang memulai. Oh God... apa kami harus menunngu sampe jagung selesai dibakar? Setengah jam sudah berlalu, jangankan api, asappun ga ada... amigo sibuk mengipas2!!! Please....please... ini udah cukup kok...di DeKalb banyak jagung kok amigo!!!

Alhamdulliah...akhirnya Elaine (ibunya Ale) memecah penantian, langsung meng embat habis makanan... ga peduli jagung bakar!!! Amigo pun menyerah...semua menyantap yang ada di meja. Perut kenyang... malampun turun... kami akhiri tur ini dengan berjuta memori! Apalagi adegan hot amigo jadi pengen pulang ke pangkuan hubby hua ha ha...

* Pria bertopi diatas, bukan amigo...tapi pak supir.
* Foto bunga disamping ga ada hubungannya dengan cerita, tapi aku suka ajah!!!

Saturday, July 19, 2008

Kota San Luis

Maaf fotonya agak gelap, diambil menjelang magrib.

San Luis Potosi state letaknya di tengah2 Mexico, dikelilingi gunung2 dan jauh dari pantai. Karena letaknya yang jauh dari pantai maka kelembaban udaranya juga rendah. Seperti sore ini udaranya terasa begitu sejuk dan kering.

Sebelum menginjak kaki di negeri sombrero ini aku juga sudah menggoogle duluan. Supaya ada ide dan ga kaget. Dari berbagai macam images yang aku google kelihatannya kota ini tidak banyak yang bisa ditawarkan (ternyata mas google oong dech !!). Banyak sekali yang bisa dilihat dan semuanya begitu menarik bagiku untuk diamati, dipelajari, diresapi dan dihayati.

Pusat kota begitu ramai, kelihatan segala macam aktifitas berpusat di tengah kota. Meski mas google oong tentang imagesnya, ternyata info tentang kota ini yang penuh dengan gereja dan katedral begitu akurat. Dimana2 gereja, hampir di setiap sudut. Begitu indah, memberi kesan bahwa penduduk disini begitu relijius.

Yang menarik perhatianku adalah wajah2 penduduk. Mengingatkanku dengan film2 telenovela Maria Marcedes, Cassandra yang waktu jaman dulu ga pernah ketinggalan aku tonton. Rasanya orang disini kok cakep2 banget, seperti blasteran semua. Bisa dibedakan yang berkulit coklat pasti berasal dari Selatan masih ada keturunan Maya, Inca atau Astek, sedangkan yang berasal dari utara pasti sudah blasteran dari Spanyol, kulitnya putih.

Selain asik melototin orang yang lewat, jajanan pasarnya juga tak kalah menariknya buatku pelototin. Kalau di Indonesia pasti aja aku udah nongkrong di pingkir jalan, mas...mas bakso dong!!! Disini...hola amigo tolong tamalinya dong...duch kok rasanya belum berani?! Akhirnya kita makan di subway aja, feels like home...harga dan rasanya sama!!! Kemudian kita nyambung ngopi di restoran hotel sambil dihibur oleh anak2 sekolah yang menyanyi mariachi.

San Luis Potosi

Pesawat mendarat dengan mulusnya, Alhamdulillah syukur kupanjatkan kehadirat Allah SWT ga kebayang akhirnya sampai juga aku ke tanah Mexico ini. Urusan custom lewat dengan mulusnya, di penghujung kulihat Alejandra (baca: Alehandra) dan Pam yang sehari sebelumnya sudah tiba lebih dulu menyambutku dengan serangkai bunga. Cipika cipiki muah...muah... menitik juga airmataku ketika kupeluk Ale, ga nyangka bisa ketemu lagi!

Jalanan berlubang-lubang, becek dan basah. Mexico sedikit seperti yang kubayangkan. Perjalanan dari bandara ke rumah Ale melalui desa2 kecil. Pemandangannya cukup menarik bagiku. Tanah gurun dengan pohon2 kaktusnya, rumah penduduk yang terbuat dari tanah liat. Dimana-mana anjing berkeliaran atau nongkrong di atap rumah, cuma saja anjingnya biar dekil dan kumal tapi bulunya lebat bukan main. Yang kalo di Indonesia pasti anjing yang mahal2 itu lho! Sapi, kuda dan keledai bersliweran di jalan ga ada aturan!!! Aduh kebeyang dech serasa aku sedang main film Indiana Jones aja... bedanya aku ga nunggang kuda, tapi naik mobil sedan kecil yang menurutku sudah agak tua juga. Lubang jalanan dan mobil tua, lengkaplah serasa naik kuda...kupegang erat pegangan di atas pintu takut kelempar keluar he he he...Ale nampaknya sudah mahir sekali dengan medan begini, jalannya pake ngebut lagi sementara aku terantuk-antuk terussssssss!!!

Soledad tempat tinggalnya Ale sedikit kumuh, kotor dan berdebu, jalanan kecil tapi bus dan angkutan besar juga ga henti2nya lewat. Sekilas serasa seperti di tanah air saja. Kudapati rumahnya Ale tidak seperti yang kubayangkan. Rumah tradisional spanyol yang aku impikan ternyata rumah modern seperti rumah2 layaknya di Indonesia. Berlantai keramik, dinding beton dengan hiasan rumah yang sederhana. Disana kedua putra Ale, Raul dan Eduardo sudah menunggu. Wah Raul kecil sudah lajang, dengan suaranya yang sudah mulai pecah dia menyapaku. Dia sama sekali ga ingat denganku, tapi bahasa Inggrisnya masih lumayan bagus.

Begitu sampe aku dipersilahkan istirahat dulu, mengingat aku berangkat dengan pesawat tengah malam yang nyaris semalaman aku ga tidur. Aku dan Pam ditempatkan di kamarnya Raul dan Edy. Akupun coba tidur sejenak...baru saja mau terlelap aku dikejutkan dengan bunyi yang ribut sekali. Seperti bunyi kaleng2 digebukin bikin bising. Kucoba tidur lagi, ga lama kemudian bunyi lagi begitu seterusnya sampe akhirnya aku nyerah! Ya udah mendingan bangun aja sekalian. Tadinya aku agak kesel juga dengan bunyi2 itu, aku mengira anak2nya yang bikin ribut ternyata bunyi itu dari luar pertanda gerobak kuda atau keledai mau lewat untuk mengangkat sampah. Yang tadinya mau marah jadi geli sendiri, malah akupun menanti2 kedatangannya untuk kupotret.

Setelah bangun aku disuguhi sarapan cheese enchilada dengan telur ceplok. Duh...ga tau lapar atau doyan rasanya uenak buanget!!! Ga lama kemudian kita semua ke rumahnya orang tua Ale yang ga jauh dari rumahnya. Setelah duduk sebentar kita jalan-jalan ke kota San Luis.

Depan rumah Ale (baju merah), Pam, Raul dan Eduardo


Monday, July 14, 2008

Sunday, May 25, 2008

Kendall Kena Sanksi


Sudah seminggu Kendall menjalani hukuman ga boleh nonton TV, main game baik itu yang melalui TV, komputer atau portable. Pokoknya segala macam yang memakai layar, baik itu layar kaca, layar lebar, layar perak sampe ke layar tancap!!! Kelihatannya dia sama sekali tak terhukum, malah belum kelihatan ada tanda-tanda bahwa dia akan merujuk untuk dibebaskan dari hukuman ini. Sebaliknya aku yang penasaran sampe kapan dia akan bertahan???

Seperti biasa setiap hari minggu Kendall harus belajar agama, ngaji atau menghafal doa-doa. Namun minggu yang lalu dia ga bisa memusatkan perhatiannya sama sekali. Bulak balik nanya apakah sudah boleh pergi main atau ga? Padahal belum 20 menit dia belajar. Akhirnya aku memberikan sebuah surah yang harus dia hafal minggu ini, aku juga ngerti bahwa sulit menghafal surah, makanya aku ringankan hafalan ini dengan dimulai dari 2 ayat saja, setelah 2 ayat ini lancar ditambah 2 ayat lagi begitu seterusnya sampe habis.

Herannya...jangankan untuk menghafal, untuk memusatkan perhatian saja dia ga bisa lagi. Akupun kehabisan akal, Kendall menangis sejadi-jadinya seperti anak yang kena siksa. Sabarkupun habis...ya sudah Kendall...kalau ga mau belajar pergi sana!!! Tapi mulai sekarang ga ada TV lagi, game atau komputer. Sampe Kendall bisa datang sama mommy dan membacakan 2 ayat ini. Dengan lega dan tanpa ada tawar menawar Kendallpun dengan riang menerima hukuman ini. Kelihatannya dia sama sekali tidak keberatan dihukum!!!

Sehari, dua hari sampe seminggu sudah berlalu. Kelihatannya Kendall sama sekali tidak ada masalah ga boleh nonton. Padahal hari-hari biasanya matanya di depan TV, atau komputer atau game terus. Hari-harinya Kendall berlalu dengan sangat produktif. Malah project lamanya yang sempat terbengkalai dilanjutkan lagi. Buku-buku yang lumayan tebal begitu cepat ditamatkan, sehingga uang sakunya juga bocor untuk beli buku lagi. Mainan-mainan yang sudah lama tidak terjamah muncul kembali. Khadija yang biasanya bisa 24 jam di depan TV jadi lupa sama TV. Hari-hari berlalu dengan positip!

Aku yang memberi hukuman jadi bingung? Berbulan-bulan lamanya aku coba menerapkan disiplin ke anak-anak, membatasi waktu nonton tapi gagal terus. Ada saja alasannya Kendall, bahwa ini film yang dia tunggu-tunggulah...inilah itulah...pokoknya aku yang mengalah terus.

Kali ini tanpa pernah kusangka, begitu mudahnya dia menjalani hukuman ini, malah seperti tak terhukum sama sekali. Di satu sisi begitu banyak hal-hal produktif yang dilakukan. Di sisi lain aku jadi bertanya-tanya, begini beratkah belajar agama buat Kendall, sehingga dihukumpun boleh asal ga belajar?

Aku kehabisan akal, bagaimana caranya supaya mereka tertarik belajar agama? Ilmu yang harus mereka miliki untuk bekal hidup. Kendall ga pernah mengeluh kalau diingatkan sholat. Selalu siap dan sekali-kali bisa menjadi imam buat adiknya. Tapi kenapa malas belajar?!

Minggu ini aku membuat kejutan buat Kendall dan Khadija. Kami semua pergi ke Chicago, ke Devon street seperti India dan Pakistan town. Sampe disana kita ke toko buku Iqra khusus menjual buku2 muslim. Selama ini mereka selalu belajar melalui online, kali ini kupikir mungkin lebih bagus kalau mereka memiliki buku2nya. Masha Allah...ternyata kejutan ini bagus sekali buat mereka. Kendall dan Khadija memilih buku sebanyak2nya dan begitu sampe di rumah berebut mau membaca dan mempelajarinya.

Alhamdulillah...ga sangka selama ini aku selalu mengira bahwa sulit sekali mencari buku muslim untuk anak2 ternyata begitu sampe disana ga ada bedanya dengan masuk ke toko buku Borders, buanyak sekali pilihan untuk anak-anak.

Senang melihat mereka sibuk membaca, soal hukuman masih berlajan he he he... Soalnya 2 ayat itu masih belum dihafal juga. Biarlah dia masih sibuk dengan pelajaran lainnya, Insha Allah pasti cepat atau lambat dia akan kangen dengan game atau TV dan akan merujuk. Aku tau 2 ayat itu tidak sulit hanya belum mau saja. Toh bukankah ini lebih baik? TV ga ditonton, pelajaran yang lain meningkat meski 2 ayat kecil itu tersisihkan? Mungkin dalam hidup memang hal-hal kecil harus dikesampingkan untuk mendapatkan yang lebih besar lagi, iya kan? He he he...iyalah supaya aku merasa lebih baik dan ga merasa bersalah dalam mendidik anak-anak. Ok Kendall... hit the books!!! Come to me when you are ready!!!

Friday, April 25, 2008

Kendall bertemu Erin Hunter

Akhirnya hari yang ditunggu2 Kendall datang juga, bertemu dengan pengarang buku anak2 "Warriors" Erin Hunter. Belakangan ini Kendall sedang tergila2 sekali membaca buku Warriors, 3 hari bisa satu buku dia habiskan sehingga akunya yang jadi bokek karena harus beli nomor selanjutnya dalam waktu yang berdekatan. Bukannya buku ini ga bisa dipinjam di library, rupanya Kendall mau kolesi buku2 ini, jadi ya belinya juga harus yang hard copy.

Saking tergila2 ama buku ini, Harry Potter pun jadi terbengkalai. Menurut Kendall buku ini lebih hebat lagi dari Harry Potter, ya... lain pembaca kan lain lagi yach yang diminatinya, aku sih terserah ama dia saja yang penting minat baca...mau apa kek masa bodo!!!

Untuk memeriahkan kunjungan ini temannya Kendall, Jacob yang juga sedang mabuk kepayang dengan buku ini kami ajak sekalian pergi ke toko buku itu. Wuah anak2 ini bukan main semangatnya, mereka bayangkan mungkin pengarang itu datang cuma untuk mereka saja, bayangkan satu tas penuh buku2nya dibawa semua untuk ditanda tangani. Aku cuma bisa bilang jangan kecewa yach. mungkin cuma satu buku saja yang bisa ditanda tangani, kan nanti rame yang mau jumpa!

Rupanya bukan anak2 saja yang membayangkan si pengarang ini datang untuk mereka, aku juga. Makanya santai aja perginya. Eh tau2nya sampe sana orang sudah membludak, antri ngambil nomor untuk membeli buku yang terbaru, yang belum keluar dipasaran, cuma di toko buku ini saja karena si pengarang disitu. Aku ga begitu tau soal buku ini cuma ikut2an saja. Ga tau kalo yang terbaru harus order dulu, informasi tentang kedatangan pengarang inipun Kendall yang temukan. Kendall suka ikut quiz di internet dan ngirim email buat pengarangnya, makanya dia juga yang kasih tau bahwa si pengarang yang berasal dari Inggris ini akan berkunjung ke Naperville, ga jauh dari tempat tinggal kami. Jadinya buku yang dibeli malam itupun bukan yang terbaru, tapi ga papalah karena Kendall juga belum sampe ke buku yang sudah ke nomor 15 itu.

Akhirnya...waktu itupun tiba, sosok pengarang itu begitu sederhana. Pertanyaan pertama yang dia lontarkan adalah siapa yang tau nama saya sebenarnya? Rupanya Erin Hunter itu bukan nama seseorang, tapi adalah nama yang dipilih oleh 3 orang wanita yang menulis buku ini, dan yang datang malam ini adalah "Victoria Holmes" pemberi ide utama cerita. Setiap tanya jawab Kendall selalu angkat tangan, sayangnya namanya ga sempat kepanggil dan pertanyaannnya sudah keburu diambil orang lain. Pertanyaannya adalah apa buku ini akan difilmkan? Jawabnya, yes...sedang negosiasi sama Hollywood...wowwwwwwwww semua orang bersorak2 kesenangan.

Selesai tanya jawab, antri untuk minta tanda tangan. Setiap anak boleh bawa dua buku untuk ditanda tangani. Kendall memberikan buku yang dia bawa dari rumah satu, dan satunya lagi yang baru dibelinya malam itu. Khadija juga pengen minta tanda tangan, katanya my brother always reads me this book. Miss Victoriapun senang sekali mendengarnya langsung buku yang ditangan Khadija ditanda tangani dan Khadija malah duduk dipangkuannya lagi he he he... akhirnya Kendall juga yang untung, dapat 3 buku yang di tanda tanagani. Cuma yang terakhir diperuntukkan untuk Khadija, from Erin Hunter.

Jacob, Victoria Holmes dan Kendall

Lamanya menunggu giliran sampe larut malam. Dalam perjalanan pulang anak2 ga habis2nya bercerita tentang buku itu. Sedikit2 aku nguping apa yang dibicarakan mereka... mereka bilang "I will not sell this book for a million dollar" hua ha ha... Oh they are so pure!!!

Sunday, April 06, 2008

Ayo Dibaca...

By all means marry. If you get a good wife, you'll be happy. If you
get a bad one, you'll become a philosopher. - Socrates

Woman inspires us to great things, and prevents us from achieving
them.
- Dumas

The great question... which I have not been able to answer... is,
"What does a woman want?
- Sigmund Freud

I had some words with my wife, and she had some paragraphs with
me.
- Anonymous

"Some people ask the secret of our long marriage. We take time to go
to a restaurant two times a week. A little candlelight, dinner, soft
music and dancing. She goes Tuesdays, I go Fridays."
- Sam Kinison

"There's a way of transferring funds that is even faster than
electronic banking. It's called marriage."
- James Holt McGavran

"I've had bad luck with both my wives. The first one left me, and the
second one didn't."
- Patrick Murray

Two secrets to keep your marriage brimming
1. Whenever you're wrong, admit it,
2. Whenever you're right, shut up.
- Nash

The most effective way to remember your wife's birthday is to forget
it once...
- Anonymous

You know what I did before I married? Anything I wanted to.
- Henny Youngman

My wife and I were happy for twenty years. Then we met.
- Rodney Dangerfield

A good wife always forgives her husband when she's wrong.
- Anonymous

A man inserted an 'ad' in the classifieds: "Wife wanted". Next day he
received a hundred letters. They all said the same thing: "You can
have mine."
- Anonymous

First Guy (proudly): "My wife's an angel!"
Second Guy: "You're lucky, mine's still alive."

Wednesday, March 19, 2008

Spring is here, yet?!

Spring is here!!! Baunya sudah tercium dan hangatnya sudah terasa. Apalagi "daylight saving time" sudah dimulai minggu kemarin yang berarti waktupun ditambah sejam lagi. Yach...tak pelak lagi, dia telah tiba!!!

Menoleh ke belakang...musim berganti. Apa aja sih yang sudah aku tuntaskan di musim dingin ini? Aku ingat musim panas kutinggalkan dengan gemilang, banyak project dan hal-hal yang positip berhasil kulakukan. Winter ini??? Hhhmmmm... apa ya?!

Kutilik satu persatu... winter ini yang jelas aku gagal membayar puasa, yang berarti harus dibayar segera sebelum musim panas benar-benar tiba, dimana waktu siang lamaaaaaaaaaaaaaa sekali, matahari terbenam bisa diatas jam sembilan malam...oh God...

Winter ini yang boleh dikata lumayan panjang dan cukup dingin ga sempat diambil hikmahnya. Maksudnya, rahmat Allah yang berupa salju ini ga sempat dinikmati banyak2 seperti tahun2 sebelumnya. Maklum...busy mom... salju selalu turunnya di hari kerja, jadi ga bisa bawa anak-anak main-main diluar, bikin snowman atau sekedar ber haha hihi di salju, seumur winter ini cuma sekali sempat bikin snowman, dan smowmannya pun cukup jelek karena agak dipaksain, buru-buru takut keburu gelap. Sorry ya kids...your mom is super busy...

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, musim dingin kali ini menurutku dan menurut berita2 di TV adalah musim dingin yang paling berat. Memang sih salju yang turun tidak begitu banyak, maksudnya tidak sampai menggunung. Tapi yang memberatkan adalah karena turunnya berulang-ulang, kadang-kadang kelihatannya salju lama sudah mulai mencair yang baru datang lagi, sehingga jalan2 banyak yang rusak dan berlubang. Menurut pemberita juga saking beratnya musim dingin ini anggaran belanja state untuk musim dingin ini sudah habis dan terpaksa minjem anggaran belanja musim dingin tahun depan. Mudah2an saja dech tahun depan winternya lebih ringan supaya sisa anggaran yang ada bisa mencukupi, sebab kalau ngga kan berarti minjem lagi, and so on and so on...yang nanti buntut2nya pajak lagi dinaikkan, nah kita lagi dech yang kena ga enaknya!!!

Musim dingin yang berkepanjangan selain pemerintah yang pusing, masyarakat juga pusing tujuh keliling menghadapinya. Apalagi bagi kita yang kantongnya ngepas...tagihan bahan bakar gas untuk pemanas cukup mengerikan. Bangunan rumah yang agak tua bikin boros pembakaran, maklum banyak lubang angin sehingga mesin pemanas juga bekerja dua kali lipat.

Selain itu sekolah juga sering tutup karena salju tebal. Anak2 bukan main senangnya kalau sekolah sudah tutup, tapi para orang tua? Aduh mak...sekolah tutup berarti dana ekstra buat cari baby sitter. Sekolah kan babby sitter gratis? He he he...

Musim dingin segera berlalu dan temperaturpun merambat naik. Matahari mulai melelehkan salju. Indahnya musim dingin yang putih berganti dengan lumpur berbecek, berkemas memberi ruang ke musim semi yang akan segera tiba. Masa transisi ini memang tak sedap dipandang mata, tapi biarlah...hijaunya rumput akan segera muncul, bunga-bunga akan segera mewarnai musim yang baru ini.

Tinggal di negeri bermusim empat seperti ini membuat waktu rasanya berlalu dua kali lebih cepat. Meski 24 jam dalam sehari di balahan bumi manapun, tapi disini rasanya 24 jam melesat cepat. Mau ga mau akupun merasa dua kali lipat lebih tua...alamak, emang udah tua kok!!!

Musim semi...datanglah!!! I am so ready for you!!! Aku siap menanggalkan baju hangatku, mengganti posisi lemari dengan baju2 yang lebih ringan. Menanggalkan kaos kaki, supaya kaki ini bisa bernapas lega, menghirup udara segarrrrrrrrrrrr...........

Monday, March 03, 2008

Lagi Iseng Aja...

Para pembaca yang budiman...sori dah lama ga ngepost. Mungkin ada yang kangen (duh GeEr amat nih!!!). Ini dia foto terakhir kami, sekedar buat memenuhi rasa rindu teman2 saja he he he...

Saturday, February 16, 2008

DeKalb Berkabung

Tragedi penembakan di Nothern Illinois University (NIU) mungkin gaungnya sudah sayup-sayup terdengar bagi sebagian besar orang-orang, bahkan seminggu kedepan hari Valentine berdarah inipun akan terlupakan. Tapi tidak semudah itu bagi kami yang menjadi bagian dari kampus yang indah permai ini. Tanggal 14 Februari merubah segalanya...setiap yang pergi akan membawa segelintir memori yang pahit.

14 February...

Aku dan radio mobilku punya hubungan yang dekat sekali, kami nyaris tak terpisahkan. Dialah yang mengisi hari-hariku, menghiburku dan meng update setiap informasi yang kadang aku ga sempat kejar melalui TV atau koran. Seperti biasa hari ini juga dalam perjalanan pulang dari kerja, sang radio yang memberitakan penembakan di NIU yang baru saja berlangsung. Sambil mendengar berita kulihat banyak ambulan datang dari arah yang berlawanan menuju ke rumah sakit. Meski tidak begitu khawatir aku langsung menelpon Mazen, aku tau Mazen kalau jam segini (jam 3.45 pm) sudah di rumah sedangkan penembakan terjadi pada pukul 3 pm. Karena telpon tidak dijawab rasa khawatirpun timbul. Dengan perasaan was was akupun merubah niatku yang tadinya mau singgah belanja dan langsung pulang ke rumah. Setiba di rumah aku langsung marah2 karena telpon tidak dijawab. Ternyata jangankan untuk menjawab, bunyipun tidak!!! Semua jaringan telpon sibuk luar biasa.

Kamipun langsung membuka TV melihat breaking news di CNN sambil melangkah ke teras belakang rumah, terdengar suara helikopter masih menderu-deru...kurang jelas apa itu heli rumah sakit atau helinya pengejar berita. Firasatku mengatakan pasti punyanya wartawan karena sudah 1 jam berlalu dari waktu kejadian. Beberapa jam kemudian telponpun mulai berderang dering dari orang-orang yang mengkhawatirkan keselamatan kami. Alhamdulillah kami semua sehat walafiat...dan terima kasih buat semua saudara2 kerabat dan para sahabat atas keprihatinannya yang sangat peduli dengan kami disini.

15 Februari...

Pagi hari identitas para korban yang mati, dan yang luka2 termasuk identitas penembaknya sudah diumumkan di TV. Dengan perasaan yang sangat kecewa dan sedih luar biasa ternyata nama yang dikenal sama Mazen adalah nama penembaknya, Steven Kazmierczak. Steven pernah mengambil 2 mata kuliah di kelasnya Mazen beberapa tahun lalu. Namun Steven yang Mazen kenal ini bukanlah Steven yang tega dengan brutalnya menembak orang-orang di kampus tanggal 14 Februari lalu, tapi adalah Steven yang baik hati, luar biasa pintar dan memiliki prospek masa depan yang cerah.

Malam harinya aku dan teman2 pergi menghadiri vigil di Duke Ellington Ballroom. Ribuan manusia menghadiri memorial yang dipimpin langsung oleh presiden John Peters, dihadiri juga oleh seorang kongresman dan Jesse Jackson. Acara berlangsung dengan sangat khidmat dan mengharukan. Setelah acara berakhir kami singgah sebentar di bukit dimana bunga2 dan tanda salib untuk para korban digelar. Kulihat ada enam salib dipasang, lima dari enam salib itu berhias bunga dan bernama, sementara yang satunya tak bernama apalagi berbunga. Aku rasa pasti yang keenam itu untuk penembaknya.

Jesse Jackson sedang berpidato

Tiga hari telah berlalu...namun spirit NIU masih terlihat dimana-mana. Orang-orang masih berpakaian merah hitam warnanya NIU dan bendera masih berkibar setengah tiang. Buat keluarga korban, mungkin seiring dengan waktu duka yang dalam akan terlupa. Namun buat orang tua penembak bagaimana dia menapaki hari esok? Salah apa yang mereka perbuat sehingga anak yang dibesarkannya bisa menjadi seorang monster? Motivasi apa dibalik pembunuhan ini mungkin akan menjadi misteri yang tak terpecahkan.

Kita sebagai orang tua hanya bisa berdoa semoga anak-anak kita dijauhkan dari pikiran2 jahat itu. Insha Allah bekal agama yang kita berikan bisa membantu mereka di kemudian hari, sehingga kejadian2 seperti ini tidak akan terulang lagi.

We Love NIU... Go Huskie!!!




Monday, February 04, 2008

What is your name?

Lagi2 postingan ini karena ada dua kejadian yang bikin aku mikir lagi... Emang sih kayaknya otakku sudah bebal bener, ga bisa mikir yang rumit2 lagi, bisanya cuma mikir yang sederhana saja, yah seputar kehidupan sehari2.

Kadang aku suka Ge Er nih, perasaan orang ga mungkin lupa denganku seperti aku yang tidak segampang itu untuk melupakan orang lain. Maklum...aku selalu berprasangka baik terhadap orang lain he he he...

Kejadian pertama beberapa bulan yang lalu. Sedang asik jalan2 liat barang baru di TJ Maxx ada seseorang menegurku dengan ramah sekali. Aku kaget juga sih liat ini orang, selain sudah lama ga jumpa dia juga sudah banyak berubah dari yang kukenal dulu, begitu sintal dan seksi menjadi gendut dan jauh dari menarik. Sebenarnya aku sih ga begitu dekat dengan dia, boleh dikata aku ga mau dekat dengan dia. Alasannya jelas sekali, selain nyebelin orangnya dan yang lebih penting lagi adalah karena dia berpindah agama. Memang bukan urusanku sih dia mau pindah agama, tapi kalo agama dan keyakinanku sudah diserang itu lain lagi kan ceritanya. Dengan bangga dia memeluk agama lain, menghina agamaku yang dulu pernah dipeluknya. Menyalahkan Islam yang terlalu konservatif menurutnya. Gara-gara terlalu konservatif hingga dia ga pernah bisa merasakan pacaran dan tinggal bersama dengan calon suaminya sebelum menikah. Alhasil karena kurang kenal dengan suami, katanya dia tidak tau bagaimana sang suami yang sebenarnya, tau-tau baru menikah sudah kurang ajar, nyeleweng dan akhirnya mereka bercerai. Simpati melihat yang harus dilaluinya akupun ngajak untuk sering2 ke mesjid atau kumpul2 untuk mendapat support. Tapi jalan yang dia pilih lain lagi, maklum di mesjid mungkin ga ada yang lajang atau ga ada yang available diapun memilih tempat ibadah lain yang ada anak mudanya dan yang pasti bulek semua. Dasar nih anak...memang sudah kepepet banget, mau cepat kawin lagi dan dapat green card cari jalan pintas aja.

Pendek cerita...terpana aku dengan pertemuan itu...dia memelukku dengan erat sepertinya kami begitu dekat waktu dulu. Dengan bangga dia menceritakan kehidupan barunya bersama suami buleknya. Selain itu dia juga mengatakan bahwa dia ada berita gembira yang ingin dia bagi denganku. Dengan sok tau akupun langsung nodong...ah kamu hamil ya? Ternyata todonganku meleset. Rupanya dia kembali lagi sebagai seorang muslim, bukan itu saja bahkan suaminyapun menjadi seorang muslim. Tersekat leherku mendengarnya, terharu dan ingin menangis rasanya. Tiba2 sirna semua rasa benci dan sakit hatiku terhadap dirinya. Tanpa kusadari aku datang mendekatinya dan akupun memeluknya dengan erat-erat sekali, seperti merangkul seorang sahabat yang pernah hilang. Pelukanku yang erat terlepas karena ada teguran di belakangnnya, kiranya suaminya. Dengan bangga dia memperkenalkan aku dengan suaminya, katanya..." Honey...this is my friend that I told you before, the one who took me here and there, remember? But...but... what is your name again?!" Busyet!!! Udah segitu panjang cerita rupanya namakupun doi ga ingat!!!

Kejadian kedua...beberapa hari yang lalu, juga sedang asik belanja grocery. Tiba-tiba sosok yang pernah kukenal datang menghampiriku. Dengan riang dia menghampiriku, bercerita tentang anak-anak dan lain2. Katanya dia ingin sekali bertemu denganku lagi, pengen curhat soal suaminya yang ternyata berselingkuh. Dengan perasaan yang cukup prihatin akupun memeluknya, menenangkan dan menghiburnya. Dia meminta nomor HPku, dan diapun memberi nomor HPnya. Sambil dia membacakan nomornya akupun langsung menelpon HPnya supaya nomor aku tertinggal di HP itu nanti. Eh rupanya HP dia screennya rusak. Telponnya bisa nerima atau menelpon tapi nomor yang menelpon ga kelihatan. Akhirnya aku tuliskan nomor HPku di secarik kertas. Dengan tanpa melihat lagi diapun langsung menyelipkan kertas itu ke dalam tas. Pembicaraanpun kami akhiri dengan membuat kesepakatan bahwa kami akan segera bertemu lagi, mungki minum teh atau kopi untuk ngobrol saja. Tunggu saja nanti aku telpon yach...sambil melangkah mengucapkan selamat tinggal. Tak lama kemudian dia kembali lagi...dengan kertas yang dia selipkan tadi, katanya kok ga ada namanya disini? Lho...rupanya doi lupa namaku, orang yang ingin sekali dia curahkan isi hatinya?!

Dua kejadian itu...begitu gampangkah orang melupakanku? Sebegini kecilkah aku sehingga tak ada ruang buat namaku di otak mereka? Buat teman yang pertama, tak ada perasaan berkecil hati. Biar kata aku dan dia ini pernah melewati hari bersama-sama, toh tak kupungkiri disisi lain aku juga ingin menghindarinya ketika dia mulai menunjukkan rasa tidak hormat terhadap kayakinanku. Kenapa pulak aku harus marah kalau dia tidak ingat denganku?

Teman yang kedua...kenapa aku harus tersinggung karena dia tidak ingat namaku? Keinginannya untuk berbagi cerita bukankah itu sudah lebih dari cukup bahwa dia masih terkesan denganku. Orang yang dia ga ingat sama sekali namanya malah menjadi seseorang yang menyejukkan hatinya? Yah memang aku bukan orang yang bernama besar, tak apalah... kalau aku bisa berbesar hati. Apalah arti sebuah nama kalau pemilik nama itu sendiri tak berarti bagi orang lain?

Saturday, February 02, 2008

Dua Hari bersama Larissa

Dua hari ini berlalu begitu mengharukan. Pasalnya Larissa teman lama kami yang berasal dari Brazil sedang berkunjung kesini. Akhirnya setelah sekian lama kami para wanita yang sedang di usia krisis ini berkumpul kembali, menyambut Larissa, bergosip dan bernostalgia.

Begitu melihat Larissa aku langsung mengenalnya, tidak ada yang berubah di dirinya dari enam tahum silam, paling cuma beberapa pounds ekstra. Masih dengan gaya yang sama, tak ada kesan dia kehilangan Inggrisnya, sebaliknya kelihatan semakin fasih. Larissa...dari dulu tidak akan pernah kehabisan bahan pembicaraan. Dari A sampai Z...yang penting tahan saja. Tidak heranlah kalo sehari bersama Larissa tidak cukup, pertemuanpun harus ada babak keduanya.

Sayangnya pertemuan kali ini cuma bisa dihadiri oleh beberapa orang saja. Beginilah nasib di komuniti sekolahan. Selalu ada yang datang dan ada yang pergi. Semetara aku termasuk yang mungkin akan tinggal disini selamanya. Yah harus rela melepaskan yang pulang kembali ke tanah airnya. Sehingga pertemuan ini hanya bisa dihadiri olehku, Pam yang memang asli penduduk sini dan Maimona yang juga tidak lama lagi akan kembali juga ke negara asalnya Mali.

Pertemuan yang singkat, banyak kata yang terucap. Dari mulai anak-anak, kerjaan sampe soal suami. Saling berebut cerita akhirnya obrolan jadi ngalor ngidul. Satu persatu kami mulai curhat...

Aku
Yeah...alhamdulillah aku bertahan, begitu banyak cobaan dan gelombang. Syukurnya aku tak karam. Mudah-mudahan badai yang sudah berlalu itu tak datang lagi.

Larissa
Oh it's so hard to build a family. Kami baru saja selesai dari konsuling-konsuling perkawinan. Satu keluarga, dari mulai aku, suami dan Ana anakku harus minum obat anti depresi. Macam-macam dech persoalannya. Tapi sekarang kami sudah bahagia kembali. Aku sedang belajar berhenti komplein buat suamiku.

Maimona
Oh I don't know...aku rasa tak ada perkawinan yang sempurna. Aku seorang yang feminis, yang sedang berjuang untuk hak-hak wanita di Mali, yang mungkin perjuanganku ini sendiri akan mengorbankan perkawinanku.

Pam
Guys...kalian harus bersyukur...paling tidak kalian ada suami, ada pasangan hidup. Aku belum pernah merasakan perkawinan. Kalian tidak merasakan betapa sunyinya, setiap hari bergaul dengan kalian yang sepertinya begitu dinamik. Ada perkawinan, ada kelahiran, melihat anak membesar, mempertahankan rumah tangga. Aku...jangankan seseorang untuk kukomplein, untuk kucintai saja sosok itu belum ada. Hidupku begitu sunyi...

Ya Tuhan...kadang melihat ke bawah baru kita tersadar bahwa kita sudah berada di atas. Asik melihat ke atas rasanya puncak yang tinggi itu masih belum tercapai juga, sementara begitu banyak anak tangga yang sudah dilewati yang menghantarkan kita setinggi ini. Tidak pernah bersyukur, bagaimana kalau jatuh lagi? Tidakkah lebih baik sering-sering melihat ke bawah, supaya kita lebih berhati-hati? Karena semakin tinggi, cobaan juga semakin berat, begitu ringkih dan rapuh...hanya hembusan angin cukup menjatuhkan kembali kita ke bawah, ke posisi yang sebenarnya yang paling kokoh?

Larissa...biarpun sesingkat ini tapi rasanya berbahagia sekali bisa berjumpa lagi. Kami akan kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya.
Kika...Michelle, Pam, Larissa, aku dan Maimona di Caribou coffe.

Saturday, January 26, 2008

Diet atau Pelit?

Suatu kebetulan atau emang dewi fortuna sedang berada di pihakku. Dalam minggu ini ada dua insiden yang bikin aku mikir.

Pertama, di siang hari yang cerah aku dan Khadija pergi ke McDonald buat makan siang. Seperti biasa buat Khadija aku pesankan happy meal paket khusus buat anak-anak. Sedangkan untukku cuma hamburger, ga pake fries dan minum. Alasannya sederhana saja kenapa aku pilih cuma burger tanpa embel2nya. Biar hemat dan takut gendut, lagian kalo emang kepengen kali bisa nebeng fries nya Khadija yang sudah pasti dia ga pernah bisa ngabisin sendiri, dan soal minum gampang...disini minum selalu free refill, jadi satu aja udah cukup.

Ternyata pelayannya tersilap, mungkin terbiasa selalu ngasih paket kombo, jadi pesanan burgerku pun beserta friesnya. Karena sudah terlanjur diletakkan di pesananku fries itupun diberikan kepadaku dengan gratis. Wuah...terima kasih dech kalau begitu.

Kedua, dua hari berikutnya aku singgah di starbucks untuk membeli hazelnut frapucino ukuran grande (medium). Alasannya juga sederhana saja, ukurannya pas dengan perut dan kantong. Lagi-lagi, pelayannya kelupaan, pesanan grandeku menjadi venti (besar) aku tidak perlu membayar lebih. Wuah...rezeki lagi nih. Frapucino dengan whiped cream hhhmmmmmmm...

Menilik dua kejadian itu. Apa sebenarnya alasan utama aku mengambil keputusan itu? Seperti memesan burger doang tanpa paket kombonya, dan grande frapucino? Kocek yang menjadi faktor utama atau emang benar takut gendut? Kenyataannya, ketika permasalahan pertama yaitu kocek bukan menjadi suatu masalah lagi, persoalan keduapun emang ga usah dipikirin lagi. Fries yang tadinya emang ga masuk dalam order karena alasan takut gendut tadi, karena gratis malah habis disantap. Grande frapucino yang tadinya kukira sudah cukup, venti malah lebih asoy. Nah lho?!

Umumnya, kalau kesilapan penjual menguntungkan dipihak pembeli kita cenderung fleksibel. hilang semua prinsip2. Tapi kalau sudah mulai merugikan kita, baru dech keluar semua nenek moyang segala macam prinsip dan untung ruginya. Kembali lagi kediriku... setelah dihadapi dengan kenyataan ini aku sendiri masih bias dengan keputusanku, benarkah aku memesan sesuatu karena memang mau berhemat atau memang benar sedang menjaga badan? Nyatanya kalau sudah gratis, dietpun lupa. Hhmmm... yang iya...pelit dan rakus?! He he he....

Tuesday, January 01, 2008

Tahun Baru dan Wisconsin Dells

Memasuki tahun baru 2008 tidak ada resolusi khusus yang ingin dicapai. Mungkin karena resolusi tahun-tahun sebelumnya selalu berakhir dengan kekecewaan atau kegagalan. Ada yang disengaja, ada yang terkhilaf dan ada yang memang karena waktu dan kesempatan belum berpihak sehingga semuanya belum terwujud. Kali ini tidak ada resolusi khusus, atau melanjutkan resolusi yang belum sempurna dari tahun-tahun sebelumnya. Takut kecewa, takut dipencundangi lagi! Jadi resolusi tahun ini kalau memang boleh disebut resolusi, lebih bersifat spiritual. Bukannya duniawi yang hanya bisa diukur keberhasilannya kalau semua telah dimiliki, dilihat atau dirasakan. Yah tahun ini...aku ingin lebih banyak sabar dan tawakal. Sehingga di akhir tahun-tahun berikutnya tidak perlu aku berkalkulasi dengan diriku sendiri, mengukur keberhasilan dan kegagalan duniawi yang indikasinya tak berbatas. Sabar, ikhlas dan menerima itu aja yang ingin kuperkaya. Supaya bisa menerima kegagalan sebagai rezeki yang memang bukan milik kita, atau belum saatnya untuk memilikinya. Dan melihat keberhasilan sebagai hadiah dan rahmat dari Allah SWT yang tidak pernah disangka-sangka bahwa aku bisa memilikinya.

Dari cerita yang ngalor ngidul diatas...ga ada hubungannya sama sekali dengan cerita yang akan dibahas berikutnya. Apa boleh buat...banyak yang ingin diceritakan tapi begitu sempit ruang dan waktu. Makanya semua di campur aduk saja. Biar tidak terlewatkan, yang penting posting jalan terusssssssssssssss.....

Alhamdulillah...menutup akhir tahun kami berkesempatan lagi berkumpul bersama-sama. Dua hari sebelum Mazen dan anak-anak kembali dari mudiknya. Kak Lensi dan Mike lebih dulu tiba disini, mengakhiri masa sendiriku yang telah kulalui dengan sukses selama 3 hari. Bisa dibayangkanlah bagaimana bahagianya Kendall dan Khadija setelah kunjungan ke rumah grand- ma dan grand-pa, pulang ke rumah disambut lagi dengan kehadiran mamici dan uncle Mike nya. Bukan cuma itu saja, malah trip mereka bersambung lagi.

Semalam cukup buat anak2 istirahat. Besoknya kita semua berangkat ke Wisconsin Dells, daerah wisata yang cukup terkenal. Sebenarnya di musim dingin ini kegiatan wisata disini yang paling poluler adalah ski. Tapi bagi kami yang cuma punya waktu sehari ini memilih alternatif lain. Tempat kunjungan yang bersifat out door atau di alam tebuka banyak yang tutup. Sehingga memilih hotel yang bagus harus menjadi fokus nomor satu.

Alhamdulillah...di hotel tempat kami menginap ternyata cukup menyita waktu dan tenaga. Di hotel ini semua hiburan ada. Dari mulai kegiatan anak-anak seperti memanjat gunung, berlompat-lompat, sampe berenang yang serasa benar-benar di tepi pantai, plus pake dibacain cerita lagi buat anak-anak sebelum tidur. Semuanya dilakukan di dalam hotel. Konon kabarnya di hotel ini in door water park nya yang paling besar di Amerika. Saking besarnya ga bisa sehari untuk dinikmati semuanya.

Tentu saja selain kegiatan-kegiatan yang bisa kita nikmati di hotel. Kita juga sempatkan jalan-jalan sedikit di kotanya. Melihat gedung putih yang terbalik.
Gedung putih terbalik. Di dalamnya tempat bertualang memecahkan misteri. Sayangnya kita ga sempat masuk ke dalamnya.
Akhir kata... sebelum tahun berganti syukur kupanjatkan kepadamu ya Allah, sekali lagi kami diberi kesempatan berkumpul, berwisata yang untuk ketiga kalinya (Colorado dan Missouri) bisa kami rasakan di tahun ini. Lelah menapaki tahun 2007, diakhiri dengan refreshing di penghujung tahun. Menjernihkan otak dan menyegarkan jiwa dan raga memasuki tahun 2008. Semoga semuanya akan lebih baik, untukku dan untuk semuanya...selamat tahun baru buat semuanya, enjoy foto-foto dari Dells.
Wisconsin terkenal dengan kejunya. Ini cuma salah satu factory yang menjual keju dari sekian banyaknya toko2 yang menjual keju disini.

Kota Wisconsin Dells, yang penduduknya tidak begitu banyak. Kelihatannya kota hanya ramai dengan pengunjung saja.

Kendall Khadija bersama mamici dalam sehari...dari mulai kutub utara bisa nyampe...

ke tepi pantai.. lihat Kendall lari takut dilebur ombak...


Sunday, December 23, 2007

Sendiriku...

Ga ada salahnya kan kalau sekali-kali kita menikmati kesendirian? Bukan berarti ini gaya hidup yang kita inginkan. Tapi rutinitas hidup, kerja dari mulai matahari belum muncul sampai terbenamnyapun tak terlihat, belum lagi kerjaan rumah dan anak-anak membuat kita rasanya berhak mendapat pelayanan istimewa sekali-kali. Lari dari monotonnya hari-hari, menikmati irama yang lain dari hidup ini. Tidak ada salahnya... relax, refreshing, recharge dan regroup sebelum kembali lagi ke lagu lama, irama yang berulang-ulang tanpa ritme dan jeda.

Minggu ini pelayanan istimewa yang kuberikan kepada diriku ini bukannya pergi liburan ke suatu tempat seperti yang anda-anda bayangkan mungkin. Wuah kalau itu sih selain mahal diongkos rasanya juga ga tega terlalu memanjakan diri sebegitu rupa. Ini malah kebalikannya, bukan aku yang pergi, malah aku yang ditinggalkan.

Libur christmas ini terlalu singkat bagiku untuk ikut romobongan sirkus pulkam ke padepokannya mertua. Biarlah anak-anakku dan anak mereka alias mimi cayank yang berkumpul. Biarlah aku tinggal menjaga rumah sambil menunggu kakak cayank yang akan tiba juga dalam minggu ini.

Tak ada perasaan kecewa ditinggal pergi, kuakui...I love this moment once in a while. Ada perasaan ganjil pulang kerja kudapati rumah hampa, tak ada sambutan meriah dan pelukan hangat atau cipika cipiki dari anak-anak. Lucu...mau ngapain yach? Biasanya pulang kerja dalam keadaan lelah, duduk sejenak...melemaskan otot-otot sambil mikir mau bikin apa makan malam ini, atau periksa PR Kendall, siapkan Khadija bath, baca cerita, bersihkan rumah supaya besok bisa diberantakin lagi. Ngecek email sebentar, baca koran dll. Hari ini...mau ngapain yach? Mentari masih condong, ntar malam, malam minggu. Sendiri...enaknya molor......zzzz.... tak terasa ketika terjaga mentaripun terbenam... Larut bersama "Saturday Night Life" kuhabiskan sisa malam, tertawa sendiri sambil bergolek di sofa dengan indomie sebagai supperku malam ini. What a lazy day!!!

Minggu pagi, menurut ramalan cuaca hari ini bakal super duper cold!!! Dingin menggigit dan angin kencang, temperatur dibawah titik beku, tetap teguh dengan niatku shoping hari ini. Keburgegas keluar untuk memanaskan mobil, dengan gayaku bersepatu tinggi di jalan yang rada licin. Ah gaya tetap nomor satu, keamanan nomor dua, Insha Allah selamat. Seperti sudah kuduga pintupun ngambek ga bisa dibuka, beku! Dengan bantuan siraman air panas ahirnya pintu bisa terbuka, mobilpun kupanaskan. Begitu kembali lagi ke mobil, beku lagi...siram lagi.

Sebelum pergi shoping yang tempatnya lumayan jauh kusempatkan mengisi bensin dulu. Takut pintunya macet lagi kubiarin aja terbuka. Kulihat dari dalam gas station ketika aku membeli secangkir kopi angin bertiup seakan-akan mau membanting pintu itu. Orang-orang pada liat, kok ga ada sopirnya? Pintu ternganga lebar...duh malunya. Aku tanyakan kepada penjaga gas station ada jual semprotan atau cairan apa kek yang bisa mencairkan es ga? Sayang sekali ga ada...

Seperlima perjalanan keraguanpun mulai timbul...di jalanan yang sedikit licin, angin dan salju tipis yang mengabutkan membuat hati bertanya-tanya...gimana kalau terjadi apa-apa, kok bela-belain amat hanya untuk pergi shoping? Kuputar haluan...sambil berjudi dengan pikiranku, pergi...ga...pergi...ga...pergi...ga?! Semakin dekat ke rumah...keputusan masih belum ada...tak ingin menghabiskan akhir minggu di rumah, berteman sepi. Inilah satu-satunya hari yang bisa kuhabiskan untuk diriku... tanpa masa yang membatasi karena tak ada penghuni yang menanti kepulanganku, merindukanku. Justru aku yang sedang membuang masa menanti mereka kembali.

Pulang...kembali ke rumah, aku melesit hanya sekedar bertukar sepatu, hak tinggi menjadi sepatu boots yang lebih nyaman di suasana bersalju ini. Kembali lagi aku ke mobil yang tentu saja waktu kutinggalkan pintunya masih ternganga. Kembali aku menelusuri jalan yang sudah seperlimanya kulalui, menuju Rockford kota besar yang dekat dengan kota kecilku, hanya untuk melihat hiruk pikuknya kota, melihat kesibukan orang-orang di penghujung minggu sebelum christmas, berbelanja hadiah di menit terakhir. Terbawa suasana...akupun memenuhi kantong-kantong belanjaku, bukannya hadiah untuk dibagikan tapi untuk diriku yang telah dengan setia mendampingiku melihat-lihat, dari satu etalase ke etalasi lainnya. Oh man... diriku emang pantas dapat hadiah istimewa, sepatu boots berbulu...another excuse supaya ga merasa bersalah.

Lelah shoping perutpun mulai menjerit minta perhatian. Hhhhhmmm...rasanya udah seharian ga makan, lapar dan ngantuk. Makan apa yach yang bayarnya dikit tapi makannya bisa banyak, bisa dapat semua, dari mulai salad, sampe makanan penutup plus kopi? Rasanya saat ini gajahpun bisa kulahap! Tak pelak lagi..."Old Country Buffet" terdengar sungguh nyam!!!

Setiba di resto ada sedikit risih juga makan di buffet berteman diri. Biar ga begitu rikuh aku mencari teman bercanda...ngobrol dengan Mazen melalui telpon sambil menikmati makan siangku. Heran...apa karena sendiri, tanpa teman...selera makanpun raib!

Pulang ke rumah hari sudah hampir larut. Masih ada waktu buat nonton film, kenapa tidak? Kan ga perlu bangun pagi esok hari, ga perlu masak, ga perlu beres-beresin rumah karena ga ada yang berantakin? Kuberbaring di sofa, berbalut selimut dan berpeluk bantal akupun menikmati filmku " To Persue the Happyness". Tak terasa air matapun berurai, kurang jelas karena filmnya atau rinduku mulai datang kepada anak-anak, kepada mimi cayank.

Setiap sudut kulihat, foto anak-anak seperti tersenyum kepadaku. Seakan mereka telah pergi begitu lama. Malampun semakin larut. Kulihat lagi hari-hari yang sudah kulalui ini, betapa aku menikmatinya, betapa damainya, betapa sunyinya. Ternyata damai yang kurasakan ini begitu gersang. Indahnya hanya sesaat, aku rindu mereka untuk segera kembali. Biarlah aku lelah dengan rutinitasku, biarlah suara mereka memekakkanku...merekalah hidupku. Yang mengisi hari-hariku, yang membuatku menghargai hari ini. Menyentakkan aku dari lamunanku, menyadarkan aku bahwa ini bukanlah kehidupanku. Hidupku bersama mereka.

Sendiriku...aku temukan damai, aku memanjakan diriku dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Setiap detik di sendiriku aku menikmatinya, aku menghargai saat-saat ini. Tapi bukan ini yang kuinginkan dalam hidupku. Begitu indah hanya karena sesaat, sedikit berpaling dari lagu yang mulai tua. Hati ini menjerti ingin kembali mendengar lagu lama itu lagi. Pulanglah Mazen, Kendall dan Khadija...disini aku rindu menanti kepulanganmu. I love you all... and miss you so much!!!

Saturday, December 15, 2007

Meluncurrrrrrrrrr...

Badai es berlalu berganti dengan badai salju. Wiken ini mendung kelabu, salju turun tak henti-hentinya. Meski begitu aktifitas berjalan terus. Sudah lama sekali anak-anak tidak bermain seluncuran. Kali ini mumpung saljunya sudah mulai banyak dan jatuhnya persis di hari Sabtu kita sempatkan untuk berseluncurrrrrrrrrrrrrrrrrr....

Genoa kota kecil yang ga begitu jauh dari DeKalb ada lembah kecil. Disitulah kami berseluncur wiken ini. Untungnya lembah ini ga terlalu tinggi, jadi setelah turun tidak terlalu jauh untuk mendaki ke atas lagi. Lumayan buat olah raga...naik turun gunung berkali-kali.